RSS

Festival Paduan Suara & Konser Pemuda Baptis Semarang

TANTANGAN KAUM MUDA BERKREASI

Isyarat “musim kering” dunia musik Baptis terlihat jelas dalam festival paduan suara pemuda Semarang 17 November 2010 lalu. Pasalnya, meski terdapat 89 gereja induk, cabang, Balai Pembinaan Warga (BPW) dan Tempat Pembinaan Warga (TPW) di daerah Semarang, hanya ada empat peserta yang mengikuti festival ini, yakni Gereja Baptis Indonesia (GBI) Kedungmundu, GBI Karangayu, GBI Gisikdrono dan GBI Seteran.

“Sebenarnya festival paduan suara adalah event (perlombaan) yang sangat penting untuk memotivasi gereja-gereja agar memulai dan mengadakan paduan suara di gereja lokal. Harapan saya ke depan, kegiatan ini diadakan setiap tahun dan juga ada vocal group, nyanyian solo, dan sebagainya. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada gereja-gereja yang sudah memberi dukungan dana dan juga para donatur, sehingga acara ini dapat berlangsung dengan lancar,” kata Ketua Badan Pengurus Daerah Gabungan Gereja Baptis Indonesia (BPD GGBI) Semarang Pdt. Cornelius Surman dalam sambutan pembukaan.

Karena hanya diikuti empat perwakilan gereja, festival paduan suara yang digelar di kampus Sekolah Tinggi Teologia Baptis Indonesia (STBI) pun berlangsung singkat. Meski demikian, Pdt. Surman menyambut gembira festival ini. “Lagu yang dinyanyikan baik wajib maupun pilihan sangat baik. Ternyata kaum muda mempunyai potensi yang sangat baik dalam paduan suara. Para undangan yang hadir dari gereja-gereja memang tidak banyak, karena logikanya, gereja yang tidak ikut ambil bagian pasti jemaatnya juga tidak datang menyaksikannya. Untuk panitia, kami mengucapkan terima kasih atas kerjasamanya. Meskipun waktu yang sangat singkat, dana yang terbatas, serta peserta yang sedikit tetapi tetap semangat dan kompak.”

Dari penilaian dewan juri yang terdiri dari Daniel Setiadi Tarapa (Ketua Komisi Musik dan Ibadah Badan Pengurus Nasional GGBI), Debora Nugraheni (dosen musik STBI) dan Yoka (Judika Vocal Course), Juara I diraih GBI Seteran, Juara II GBI Gisikdrono, Juara III GBI Kedungmundu, dan Juara Harapan GBI Karangayu.

Menurut Ketua Seksi Pemuda BPD GGBI Semarang Pdt. Agus Sunaryo, pelaksanaan festival ini ditujukan untuk memupuk kebersamaan antarkaum muda melalui puji-pujian, mengaktualisasi talenta, dan meningkatkan prestasi kaum muda supaya kualitas paduan suara pemuda di gereja-gereja dapat ditingkatkan.

Gembala Sidang GBI Seteran Pdt. Kris Nugroho mengucapkan terima kasih karena gereja yang digembalakannya bisa berperan serta dalam festival tersebut. Ia senang dan bangga karena GBI Seteran masih memelihara paduan suara yang menjadi salah satu ciri khas Gereja Baptis Indonesia. Sebagai gembala sidang, ia mengungkapkan tekadnya untuk tetap mempertahankan dan melestarikan paduan suara di gereja yang dilayaninya.

Fitria Lina dari GBI Seteran, juga mengungkapkan kegembiraannya. “Kami merasa terhormat karena berhasil mendapatkan gelar Juara I. Kami bersyukur ketika kami mendapatkan juara ini, karena paduan suara pemuda gereja kami belum lama terbentuk dan baru pertama kali ini mengikuti festival paduan suara. Ini semua tidak terlepas dari kesabaran Saudari Mei Kusuma Kristy sebagai pelatih yang merangkap dirigen. Kami juga senang karena didukung dan diperhatikan Pdm. Kris Nugroho sebagai gembala sidang kami.”

Ia merasa, acara ini dapat mendorong gereja-gereja untuk mengembangkan paduan suara kaum muda yang saat ini jarang dimiliki gereja-gereja Baptis di daerah Semarang. Ia berharap, tahun depan  acara ini dapat dipersiapkan dengan lebih baik.

Gembala Sidang GBI Kedungmundu Pdt. Anang Sukamto mengatakan, festival ini menjadi tantangan bagi gereja-gereja yang belum memiliki paduan suara khususnya untuk kaum muda. Dikatakannya, beberapa gereja merasa kesulitan berlatih paduan suara karena harus belajar menyanyi dengan membaca not.

“Paduan suara merupakan bagian dari ibadah Kristen di berbagai zaman dan tempat sehingga layak dipelihara dan digunakan dalam ibadah masa kini. Perkembangan paduan nongerejawi di Indonesia dalam tahun-tahun terakhir semakin pesat dan semakin berkualitas, menunjukkan bahwa sebetulnya orang Indonesia senang berpaduan suara.  Seharusnya umat Baptis Indonesia yang sudah sejak awal mengenal paduan suaradan memiliki tujuan yang lebih mulia dalam berpaduan suara, terus memelihara dan mengembangkan paduan suara di gereja masing-masing,” ujarnya.

Bagi perbaikan festival berikutnya, Daniel Tarapa menyarankan pemilihan lagu-lagu wajib dan pilihan bisa lebih disesuaikan dengan model kaum muda.

“Mungkin lagu wajibnya dicari yang acapella (dinyanyikan tanpa iringan instrumen) agar memudahkan penilaian secara vokal. Lagu-lagu pilihan dapat diiringi dengan instrumen sejauh iringan tersebut mendukung dan tidak lebih dominan dari paduan suara. Semua materi lagu perlu diberikan sejak awal untuk memberikan waktu cukup bagi semua paduan suara untuk berlatih,” ujarnya.

Daniel mengatakan, juri menyarankan para peserta festival memperhatikan keselarasan dan perpaduan suara, teknik pengambilan napas yang benar agar pemenggalan kalimat tepat, serta ekspresi dan dinamika harus lebih terlihat.

“Kelebihan para peserta, mereka percaya diri, padahal lagu wajibnya lumayan panjang dan berat.  Beberapa paduan suara memberikan tambahan aransemen yang baik dalam lagu pilihan, serta kostum dan penampilan yang prima,” katanya.

Ia menghargai kerja keras panitia yang berhasil menyelenggarakan kegiatan itu dalam waktu persiapan yang singkat, keterbatasan personel, dan jumlah peserta yang semakin menyusut.  Menurutnya, peserta dan para pendukungnya pun memberikan dukungan yang baik.

“Saya sangat berharap agar selanjutnya ada lebih banyak paduan suara yang berpartisipasi dalam kegiatan festival ini. Mohon paduan suara ataupun gereja memberi masukan kepada seksi musik atau ibadah, hal-hal apa yang dapat menolong perkembangan pelayanan di gereja-gereja setempat.”

Menggandeng Anggota Non-Baptis

Sementara Minggu 16 Januari 2011 pukul 11.30 BPD GGBI Semarang melaksanakan konser Natal pemuda di Taman Rekreasi Wonderia. Konser ini tersebut merupakan program Seksi Persekutuan Kaum Muda Baptis (PKMB) Semarang. Gereja-gereja Baptis di Semarang menyambut hangat acara ini dengan adanya 16 grup band dan tiga grup tari tradisional maupun modern. Konser dihadiri ratusan orang baik tua, muda, maupun anak-anak. Mereka datang bergantian karena gereja yang sudah tampil akan pulang lebih dulu, atau mendapat nomor undian besar kan datang siang atau menjelang sore ketika hendak tampil.

Konser yang merupakan hasil kerja sama BPD GGBI Semarang dan Wonderia ini dikoordinasi  PKMB Rayon Semarang Timur yang diketua Matris Wira Prasmana (GBI Tlogosari). Ketua Seksi PKMB BPD GGBI Semarang Pdt. Agus Sunaryo menekankan pentingnya pemuda terus berkreasi dalam kesenian musik maupun tarian demi kemajuan gereja Baptis dan kemuliaan Tuhan. Acara berjalan dengan sangat baik dipandu Lia dan Sara yang sangat menguasai bidangnya.

Untuk memasuki kawasan Wonderia, setiap orang dikenakan biaya tiket masuk Rp 5 ribu. Hasil penjualan tiket tersebut sebagian dibagi dua antara pengelola Wonderia dan PKMB daerah.

Konser menjadi lebih meriah dengan hadirnya murid-murid Judika Vocal Course Semarang. Beberapa pendeta Baptis yang datang menyaksikan anak-anak mudanya tampil, mengaku sangat senang dengan adanya kegiatan tersebut. Menurut mereka, konser ini membuat anak-anak muda punya semangat berlatih sehingga permainan mereka menjadi lebih baik dan ini sangat bermanfaat dalam mendukung peningkatan mutu permainan musik di gereja.

Beberapa pendeta yang ditemui Suara Baptis berharap, konser diadakan paling tidak tiga kali dalam setahun. Menurut mereka, selain untuk berkreasi, konser seperti ini dapat menjadi ajang kaum muda Baptis untuk saling mengenal dan meningkatkan rasa kebersamaan antargereja Baptis di Semarang.

Natanael Rudy, salah peserta konser dari GBI Seteran merasa senang dapat ambil bagian. “Acara ini dapat mempersatukan kaum muda di Semarang dan memberi kesempatan kepada mereka untuk menunjukkan talentanya. Harapan saya, acara serupa dapat dipersiapkan dengan format acara dan perlengkapan yang lebih baik.  Dan akan lebih baik bila acara tersebut tidak diadakan pada hari Minggu, sehingga tidak mengganggu pelayanan di gereja masing-masing, juga animo peserta dan penonton  lebih maksimal.”

GBI Pamongan yang sangat ingin menjadi peserta namun tidak memiliki personel yang cukup dalam bidang musik, mengajak beberapa pemuda dari gereja lain untuk bergabung dalam “Joyfull Band”. Meeka adalah Veronika Sianti (Jemaat Kristen Indonesia Injil Kerajaan), Yosua Manggala Yudha (GBI Pamongan), Jendro Waskita Aji (Gereja Pantekosta di Indonesia/GPdI Hermon), Theo Sahaya (GPdI Hermon), Baruch Jethroobe Syuhada (Gereja Isa Almasih Pringgading). Mereka menyanyikan “We are the Reason” dan “Allah Sumber Kuatku” dengan permainan saxophone yang sangat bagus.

“Wow keren, deh,” seru salah satu penonton yang duduk di depan ketika band ini tampil.

Yosua Manggala berpendapat, konser seperti ini dapat mendongkrak semangat kaum muda dalam mengembangkan musik gereja yang selama ini umumnya belum mendapat perhatian khusus. Karena itu, lanjutnya, acara seperti ini perlu diadakan lagi dan perlu mendapatkan apresiasi yang baik.

Untuk acara selanjutnya, Yosua berharap panitia melakukan persiapan yang lebih matang dan menyediakan perlengkapan lain yang lebih baik.

“Bagi peserta, harap memberi partisipasi dengan sebaik-baiknya dan dapat bekerja sama dengan panitia supaya acara tersebut dapat lebih baik dan dapat lebih dinikmati. Semua hanya untuk kemuliaan nama Tuhan kita, Yesus Kristus,” ujarnya.

Ketua PKMB GBI Gisikdrono, Fenny berkomentar, acara ini sangat bagus, tetapi sayangnya format acara masih mirip dengan konser musik sebelumnya.

“Dan kenapa mesti diadakan pada hari Minggu? Bagi gereja-gereja yang mengadakan kebaktian dua kali, pasti akan kerepotan, apalagi jika para pemain ada yang bertugas pada kebaktian sore di gereja, karena acara ini selesainya sampe jam 17.00. “

Namun ia mengakui, konser ini sangat bagus karena dapat mengali kreativitas kaum muda untuk aktif dalam pelayanan.

“Untuk ke depan, sebaiknya bisa diadakan pada hari libur atau malam Minggu, supaya banyak yang ikut menyaksikan,” pintanya.

SB/tatik valentino





Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.