Munas II GGBI | Pembahasan Hasil Seluruh Komisi Tuntas, Peserta Sukacita

Setelah melewati berbagai pertanyaan dan jawaban yang cukup pelik, akhirnya Musyawarah Pleno V Gabungan Gereja Baptis Indonesia (GGBI) ditutup dengan doa syukur pada Rabu 9 Maret 2016 pukul 23.05.

Dipimpin Wakil Ketua Badan Musyawarah Nasional (Bamusnas) GGBI Pdt. Paul Kabariyanto di Aula YBI, Wisma Retret Baptis (WRB) Bukit Soka Salatiga, seluruh peserta musyawarah akhirnya menyetujui hasil musyawarah Komisi III yang membahas laporan Yayasan Baptis Indonesia (YBI) dan Yayasan Rumah Sakit Baptis Indonesia (YRSBI). Namun diharapkan laporan kinerja dan keuangan kedua lembaga dalam munas sudah berupa hasil audit, serta disesuaikan penjadwalannya dengan rencana penyelenggaraan munas. Apalagi materi Munas GGBI seharusnya dikirim ke gereja-gereja sebelum acara rutin tahunan itu digelar, sesuai hasil Munas GGBI 2015.

Para peserta musyawarah juga menerima Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) YBI dan YRSBI dengan syarat, rencana Sekolah Tinggi Teologia Bandung (STTBB) menempati lokasi baru dapat terealisasi pada Juni 2016. Lokasi baru yang telah disepakati sebelumnya adalah gedung bekas percetakan Lembaga Literatur Baptis (LLB) yang beralamat di Jalan Soekarno Hatta 762 Bandung.

Sejumlah usulan juga disampaikan dalam musyawarah yang dibantu Mexy Juliana Tambunan sebagai Sekretaris Komisi III tersebut, antara lain meningkatkan kerja sama YBI dan YRSBI yang transparan dan saling menguntungkan; laporan pertanggungjawaban YBI menerangkan secara terperinci mengenai dana abadi dan pengelolaannya; merekomendasikan dr. Andreas Andoko sebagai Direktur Definitif di Rumah Sakit (RS) Baptis Kediri; dan meminta materi munas sudah dikirim dua minggu ke gereja-gereja sebelum acara dihelat sehingga memudahkan sosialisasi ke Badan Pengurus Daerah (BPD). Yang terpenting lagi, menurut mereka, mengingatkan YBI untuk merealisasikan persiapan WRB sebagai lokasi Mubes XI GGBI tahun 2020.  Hal ini sesuai keputusan Kongres X GGBI di Surabaya, Maret 2015 lalu.

Usulan Komisi III agar Andreas Andoko ditetapkan sebagai Direktur RS Baptis Kediri menyebabkan pembicaraan pun berkepanjangan. Ketua Pengurus YRSBI Pdt. Victor Rembeth menjelaskan, pemilihan Direktur RS Baptis adalah kewenangan Pengurus YRSBI, bukan Munas GGBI. Itu sebabnya Pdt. Victor meminta usulan tersebut dicabut.

Namun pembicaraan mengenai hal ini tidak segera reda. Maka Pdt. Victor kembali menegaskan pemilihan direktur RS Baptis adalah kewenangan Pengurus YRSBI dan kandidatnya harus lebih dulu melalui uji kepantasan dan kepatutan. Ketua Pengawas YRSBI Pdt. Martinus Ursia pun menjelaskan, AD/ART YRSBI memberikan kewenangan kepada Pengurus YRSBI untuk menetapkan direktur RS. Bahkan Sekretaris Pembina YRSBI Yohanes Widoyoko Irawan harus pula memberikan penjelasan soal periode jabatan direktur dan kewenangan Pengurus YRSBI.

Sesudah melalui pembicaraan panjang, akhirnya usul Komisi III ini sepakat dicabut.

Penulis: Luana Yunaneva

Editor: Prisetyadi Teguh Wibowo

Leave a comment

Your email address will not be published.

*