Munas II GGBI | Hasil Komisi II, Musyawarah Pleno IV, Sempat Cair

Masih di aula yang sama, aula YBI WRB Salatiga. Suasana Musyawarah Pleno IV (9/3/2016)digelar pukul 19.00 WIB sedikit berbeda dengan Musyawarah Pleno III sebelumnya. Sukabdyono, utusan Gereja Baptis Indonesia (GBI) Sleman (dari komisi III), yang dalam musyawarah sebelumnya aktif mengajukan beberapa pertanyaan dalam sidang pleno komisi I, kembali mengajukan pertanyaan kepada pleno komisi II (laporan oleh Pdt Yusuf Widodo).

Beberapa kali moderator memohon agar yang bersangkutan memperlambat dan memperjelas pertanyaannya.

Pertanyaan Sukab Dyono seputar laporan audit keuangan BPN GGBI, ditanggapi dengan penjelasan konkret Pdt. Hana, dalam perannya sebagai Ketua BAMUSNAS, yang juga pengawas BPN GGBI. Disusul juga imbuhan jawaban dari bagian keuangan BPN GGBI.

Usai memberi penjelasan, Pdt. Hana kembali menanyakan apakah yang bersangkutan cukup puas. Utusan dari GBI Sleman ini mengaku setuju dengan wajah tersipu. Sontak seluruh peserta tertawa. Suasana yang sebelumnya sempat tegang lantaran pembahasan seputar program PAUD yang tidak mencantumkan anggaran, kini mulai cair.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, beberapa pertanyaan yang diajukan oleh komisi lain (komisi I dan komisi III) sebelumnya sudah dibahas dalam Musyawarah Internal Komisi II siang tadi. Pertanyaan seputar ketiadaan rencana anggaran untuk program pelatihan pengadaan PAUD di gereja diungkapkan Pdt. Dodik Hernowo. “Ajaib jika program yang tertulis (tanpa anggaran) ini menjadi kenyataan,” ungkapnya.

Juga muncul pertanyaan-pertanyaan mengenai beberapa program BPN GGBI yang tidak terealisasi. Sebagian peserta menafsirkan anggaran yang tidak tercantumkan di laporan pengeluaran sebagai ketiadaan realisasi program.

Menanggapi ini, Bendahara BPN GGBI, Indriana angkat bicara. Ia menjelaskan dengan terperinci soal keuangan BPN GGBI yang memang minus namun terus berusaha tetap melaksanakan program. Menurutnya, jika tidak ada laporan pengeluaran, peserta seharusnya mengamati laporan realisasi yang sudah jelas mencantumkan hasil kerja.

“(Faktanya)Ada beberapa (personel BPN GGBI) yang mengeluarkan uang pribadi namun tidak mau dicatat namanya. Di sisi lain, dalam beberapa kesempatan, (para pengurus) BPN GGBI menggunakan uang pribadi untuk biaya tranportasi saat melakukan pelayanan. Memang keinginan kita, sebanyak mungkin kegiatan dilaksanakan tetapi seefisien mungkin dana dikeluarkan,” tegasnya.

Ia juga menandaskan, pihak keuangan BPN GGBI berusaha seketat dan secermat mungkin mengelola keuangan. Terbukti, dalam MUNAS kali ini, BPN GGBI sanggup menyerahkan laporan keuangan yang paling up to date (laporan sampai akhir Februari) kepada peserta, pada hari Jumat (4/3/2016).

Penulis : Andry W.P.
Editor : Prisetyadi Teguh Wibowo

Leave a comment

Your email address will not be published.

*