Munas II GGBI | Lebih Perkuat Konsep Keluarga Besar

Ada sejumlah perbedaan yang tampak antara Musyawarah Nasional (Munas) I dan II Gabungan Gereja Baptis Indonesia (GGBI), meski keduanya berlokasi di Wisma Retret Baptis (WRB) Bukit Soka Salatiga. Demikian disampaikan Sekretaris Badan Musyawarah Nasional (Bamusnas) GGBI Pdt. Frank Stevanus Daud Suitela, Selasa 8 Maret 2016.

Pertama, Munas II GGBI yang digelar Selasa hingga Kamis 8-10 Maret 2016 ini lebih memperkuat konsep keluarga besar umat Baptis Indonesia. Prinsip kekeluargaan inilah yang mendorong Bamusnas tidak mengadakan sidang atau pertemuan yang terlalu formal sehingga rentan memunculkan sikap saling menghakimi. Pria yang akrab disapa Pdt. Kiki itu lebih suka mengistilahkannya dengan rapat keluarga.

“Fungsi yang berubah tidak terlalu banyak, apalagi dari sidang Badan Pengurus Daerah (BPG) menjadi Bamusnas. Hal ini dikarenakan umat menjadi pengawas untuk Badan Pengurus Daerah (BPN) GGBI dan para pembina Yayasan Baptis Indonesia (YBI). Yang diubah hanya konsepnya,” jelasnya kepada wartawan Suara Baptis (SB) Luana Yunaneva.

Suasana musyawarah Komisi YBI dan YRSBI dalam Munas II GGBI, Rabu 9 Maret 2016Pdt. Kiki menuturkan, pengambilan keputusan secara mufakat sebenarnya telah diterapkan di Kongres X GGBI, Maret 2015. Dicontohkannya, ketika terjadi deadlock dalam musyawarah, pimpinan tidak langsung memutuskan pengambilan suara terbanyak (voting), tetapi mengambil waktu untuk istirahat sejenak (break) dulu, lalu memanggil pihak-pihak yang berargumen dan mendiskusikannya secara baik-baik dalam kelompok kecil. Sesudah kesepakatan dibuat, mereka pun kembali membahasnya bersama umat.

Kedua, pengaturan ruangan dalam Munas II GGBI dibuat berbeda dengan Munas I GGBI yang digelar Selasa sampai Jumat 9-11 Juni 2015. Jika desain Munas sebelumnya membuat seluruh peserta fokus ke depan, kali ini munas yang bertema “Siap Bekerjasama Wujudkan Harapan” tersebut dibuat melingkar.

“Pimpinan sidang Bamusnas berada di tengah dan narasumber melingkar di belakang kami (Bamusnas, red.). Sementara umat duduk mengelingkar. Desain ini juga kami terapkan dalam sidang komisi, yaitu Komisi BPN GGBI dan Bamusnas, Komisi Organisasi, serta Komisi Yayasan Rumah Sakit Baptis Indonesia (YRSBI) dan Yayasan Baptis Indonesia (YBI),” pungkas Gembala Sidang Gereja Baptis Indonesia (GBI) Kalibeji, Semarang itu.

Penulis: Luana Yunaneva
Editor: Prisetyadi Teguh WIbowo

Leave a comment

Your email address will not be published.

*