RSS

SEPUTAR YBI : Pergantian Ketua STBI Semarang

BERFOKUS MENGEMBANGKAN MAHASISWA

Rabu, 30 November 2011, menjadi hari bersejarah bagi Sekolah Tinggi Teologi Baptis Indonesia (STBI) Semarang yang telah lama dinanti masyarakat kampus STBI. Hari itu berlangsung pergantian Ketua STBI dari Pdt. Sentot Sadono kepada Pdt. Yustianus Djoko Santoso. Beberapa bulan sebelumnya Senat Dosen STBI memilih empat kandidat Ketua STBI  yaitu, Pdt. Stefanus Priyantoro Widodo, Kanti Widiastuti, Bambang Sriyanto dan Pdt. Yustianus Djoko Santoso. Setiap kandidat mendapat kesempatan menyampaikan orasi ilmiah. Setelah melalui proses yang panjang, terpilihlah Pdt. Djoko sebagai Ketua STBI 1 Desember 2011 – 30 November 2015.

Serah terima jabatan (sertijab) ini dihadiri Ketua dan Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Nasional Gabungan Gereja Baptis Indonesia (BPN GGBI) Pdt. Timotius Kabul dan David Vidyatama, Ketua Pengurus Yayasan Baptis Indonesia (YBI) Dkn. Irwan Rares, Pembimas Kristen Protestan Kanwil Jawa Tengah Marihot Gultom, Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) GGBI se-Jawa Tengah dan Yogyakarta, alumni, dosen, dan mahasiswa STBI, ketua-ketua sekolah tinggi teologi se-Jawa Tengah, serta para pendeta Baptis dan non-Baptis.

Prosesi sertijab diawali dengan ibadah. Dosen STBI Pdt. Monang mengawali dalam doa disusul pujian “Dalam Yesus Maju Terus” karangan Dan Burgess yang dibawakan Paduan Suara STBI. Ibadah dilanjutkan dengan pesan Firman Tuhan yang disampaikan anggota Pembina YBI Pdt. Em. Julianus E. Tarapa, mengambil contoh Musa sebagai pemimpin yang berhasil dan patut diteladani. Ini karena Musa rela bersama Tuhan, jujur di hadapan Tuhan dan haus akan Tuhan. Ibadah ditutup dengan pujian “Kau Sanggupkah, Tanya Yesus”. Acara dilanjutkan dengan menyanyikan “Hymne STBI” dan laporan ketua acara Pdt. Mardiharto.

Menurut Surat Keputusan YBI, Ketua STBI bertugas melaksanakn visi misi STBI, menyusun program dan anggaran, melaksanakan program dan anggaran, menetapkan peraturan dan penataan organisasi, menyusun rencana strategis (10 tahun), jangka pendek (1 tahun) dan menengah (5 tahun), menjalin kerjasama dengan pihak luar, menjalin hubungan baik dengan pemerintah dan pihak lain yang terkait serta menerima pertimbangan dan kesetujuan dari Badan Pengurus Harian Perguruan Tinggi Baptis Indonesia (BPH PTBI).

“Sesungguhnya masa jabatan saya sebagai Ketua STBI sampai Oktober 2012 sesuai dengan Surat Keputusan YBI pada waktu pelantikan periode kedua. Namun karena ketentuan yang berlaku di perguruan tinggi sekarang adalah empat tahun, maka saya memilih untuk mengundurkan diri sebagai Ketua STBI per 30 November 2011 dan telah mendapat persetujuan pengurus YBI,” kata Pdt. Sentot ketika memberikan sambutan.

Ia mengungkapkan, jumlah mahasiswa yang masuk dalam lima tahun pertama jabatannya sebagai Ketua STBI 321 orang dan wisudawan 279 orang. Sedangkan lima tahun kedua jumlah mahasiswa 511 orang dan wisudawan 316 orang. Pdt. Sentot pun mengungkapkan, saat ini dirinya sudah menandatangani kontrak sebagai dosen tetap salah satu sekolah tinggi teologi di Solo, Jawa Tengah.

Sementara Pdt. Djoko dalam sambutannya mengatakan, sekaranglah waktunya menyatukan tekad agar STBI semakin banyak berbuat untuk umat, karena STBI ada dari gereja dan untuk gereja. “Kita harus bersama melayani dalam satu tim. Gagasan saya adalah perbaikan peningkatan keasramaan, sudah saatnya menjadi perhatian kita untuk semua strata, melengkapi sarana pendidikan dengan standar pendidikan modern.”

Ketika ditemui Joanna Vanessa Iswandari Sunaryo dari Suara Baptis di kantornya usai acara sertijab, pria kelahiran Kediri 14 September 1959 ini menuturkan, visi dan misi pribadinya adalah mengikuti visi awal STBI yaitu memperlengkapi umat Allah untuk menjadi pelayan yang unggul.

“Tugas saya mengoordinasi teman-teman mahasiswa dan dosen untuk mempersiapkan mahasiswa supaya lebih siap melayani. Kalaupun ada perubahan yang saya lakukan, sifatnya tidak terlalu radikal. Meneruskan yang sudah ada dalam arti ada hal-hal yang sudah dilakukan dan saya tidak bisa mengubah begitu saja, tetap ada sesuatu yang masih bisa kita lanjutkan, misalnya kebiasaan ber-PI (Pengabaran Injil) mahasiswa, doa pagi mahasiswa sehingga tidak serta merta kita mengubah kalau memang belum siap untuk pengganti kegiatan tersebut.”

Ia melanjutkan, Pdt. Sentot sudah menghasilkan karya yang bisa dirasakan buahnya. Karena itu, ia tidak akan serta merta mengubah STBI secara total.

“Saya melihat keadaan lalu menyesuaikan saja. Masa transisi bagi saya tidak menjadi masalah, karena kuncinya adalah membangun komunikasi dengan teman-teman. Ketika komunikasi sudah berhasil dengan baik, memasukkan gagasan tidak terlalu sulit bagi saya,” katanya.

Pdt. Djoko belum melakukan pergantian jabatan-jabatan di STBI meskipun sudah punya rencana.

“Saya tidak memproklamirkan, namun baru melakukan pendekatan karena saya harus memperhitungkan sisi kompetensi, sisi emosi supaya ketika itu dilontarkan, setiap pihak dapat menerimanya dengan lapang. Saya menyebutkan staf kepemimpinan yang baru perlu dibentuk. Jangka panjang yang ingin saya capai, fokus saya di mahasiswa, memperlengkapi untuk mengembangkan mahasiswa. Sehingga ketika mahasiswa belajar dengan baik dan pada akhirnya dapat lulus dengan baik, dengan demikian mahasiswa bisa menjadi pelayan yang unggul.”

Dalam sambutan, Dkn. Irwan R. Rares mengatakan, “Estafet kepemimpinan STBI sampai dengan sekarang masih berjalan terus. Di STBI, lah lahir para pemimpin Baptis di mana pun mereka akan ditempatkan. Perbedaan gaya, perbedaan karakter kepemimpinan sah-sah saja,” tambahnya.

Acara ditutup dengan penyampaian kesan orang-orang yang pernah melayani bersama Pdt. Sentot.

Ketua Badan Pengurus Mahasiswa periode 2011 – 2012 yang baru terpilih, Omega Suparno mengatakan, “Sesuai dengan aturan dan prosedurnya, menurut saya (pergantian Ketua STBI ini) sudah pas. Apa yang sudah dilakukan senat dosen dengan banyak  pertimbangan yang ada, sudah sesuai dengan statuta, walaupun memang ada pihak-pihak yang mengatakan tidak pas. Harapan saya mewakili mahasiswa, ketua yang baru bisa menjadikan STBI lebih baik. Selama ini (STBI) sudah baik, namun dengan ketua yang baru akan ada banyak hal yang dapat dicapai dengan program-program yang ada.”

Ditambahkannya, dalam era persaingan seperti ini, Pdt. Djoko harus bisa membawa STBI ke jenjang yang lebih baik lagi. BPM sangat mendukung Pdt. Djoko untuk maju dan bersinergi dalam mewujudkan STBI sebagai sekolah tinggi teologi unggulan di Asia Tenggara.

“Langkah awal dalam satu tahun pertama yang harus dilakukan, ini masih masa transisi, kepengurusan ini sebetulnya belum selesai. Jadi, kemungkinan Pak Djoko masih melanjutkan kepengurusan yang dulu, kecuali dari YBI membuat surat keputusan yang baru. Saran saya sebagai perwakilan mahasiswa, secara akademik, disamping mempertahankan yang sudah ada, kalau bisa meningkatkan dan memacu mahasiswa agar bisa aktif dalam meningkatkan kompetensi akademik bersama senat mahasiswa dan BPM. Karakter beliau yaitu merakyat, ngemong. Beliau tipikal yang tidak tergesa-gesa dan otoriter, beliau bisa memberdayakan semua potensi.”

 

SB/vanessa

 


2 Comments Add Yours ↓

  1. Pdt.Sulung W.S, S.Th. #
    1

    SELAMAT ATAS TERPILIHNYA, Pdt.Yustinus Djoko Santoso.

  2. wahyu #
    2

    sukses berkarya Bapak. Selamat menjalankan Tugas, Tuhan Yesus Kristus memberkati.



Your Comment






Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.